Pola Radiasi Antena (polar) | rfcalclab.com
Visualisasikan gain dan keterarahan antena dengan plot polar interaktif. Analisis HPBW, rasio depan-belakang, dan pola berkas untuk antena dipol, Yagi, dan parabola.
Cara Menggunakan Penampil Pola Antena
Pilih jenis antena dari daftar (Isotropik, Dipol Setengah Gelombang, Yagi 3 atau 5 elemen, atau Parabola) untuk memvisualisasikan pola radiasi 2D tipikalnya sebagai plot polar. Penampil menggunakan parameter buku teks yang representatif: referensi isotropik pada 0 dBi, dipol setengah gelombang sekitar 2,15 dBi, Yagi 3 elemen mendekati 7 dBi, Yagi 5 elemen mendekati 10 dBi, dan parabola sekitar 20 dBi. Kurva dipol setengah gelombang mengikuti bentuk medan klasik cos(π/2·cosθ)/sinθ.
Plot menampilkan gain ternormalisasi dalam dB, dengan cincin konsentris pada 0, −10, −20, dan −30 dB dan 0° mengarah ke depan. HPBW (Half-Power Beamwidth) adalah sudut di mana gain turun 3 dB, yang menentukan lebar lobus utama: kira-kira 78° untuk dipol, 60° untuk Yagi 3 elemen, 45° untuk Yagi 5 elemen, dan hanya 12° untuk parabola. Lebar berkas yang lebih sempit memusatkan energi dan sesuai dengan gain yang lebih tinggi.
Rasio depan-belakang (F/B) menunjukkan seberapa banyak lebih banyak daya yang dipancarkan ke depan dibandingkan ke belakang, metrik kunci untuk antena terarah seperti Yagi. Preset di sini menggunakan sekitar 10 dB untuk Yagi 3 elemen, 15 dB untuk Yagi 5 elemen, dan 30 dB untuk parabola, sedangkan dipol bersifat dua arah (0 dB F/B). Rasio depan-belakang yang tinggi diinginkan pada tautan titik-ke-titik karena mendorong energi ke arah penerima dan menolak interferensi yang datang dari belakang antena.
Topik Terkait
- pola antena
- polar
- dipol
- Yagi
- parabola
Pertanyaan yang sering diajukan
- Apa yang ditampilkan diagram polar?
- Diagram polar menunjukkan kekuatan relatif sinyal yang dipancarkan oleh antena ke berbagai arah, membantu insinyur memvisualisasikan direktifitas dan penguatan antena.
- Apa itu HPBW?
- HPBW adalah singkatan dari Half-Power Beamwidth (Lebar Berkas Setengah Daya). Ini adalah lebar sudut lobus utama antena antara titik-titik di mana daya telah turun 3 dB dari penguatan puncak.
- Mengapa rasio depan-belakang penting?
- Rasio depan-belakang yang tinggi diinginkan untuk tautan titik-ke-titik karena memastikan sebagian besar daya menuju penerima dan meminimalkan interferensi dari sumber di belakang antena.